Pendiri dan bos jaringan bisnis Pro Aktif Group, Agi Sugianto. (Foto : Facebook)

Halloseleb.com, Jakarta – Syakir Daulay semakin terkenal sejak menyanyikan cover lagu Aisyah Istri Rasulullah di YouTube hingga 52 juta penonton. Cowok yang juga aktor film Mariposa ini dilaporkan ke polisi karena sengketa akun YouTube Syakir Daulay dengan 2,7 juta subscribers.

Syakir dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Senin, 4 Mei 2020 oleh seorang pengacara bernama Abdul Fakhridz. Kliennya sebuah perusahaan label Musik Pro Aktif telah membeli akun YouTube Syakir senilai Rp200 juta. Namun penyanyi Islami Fa Lakal Hamdu itu mengaku akunnya dibajak orang lain.

Baca : Pemain Sinetron Syakir Daulay Dilaporkan ke Polisi

Pendiri dan Bos Pro Aktif Group Agy Sugianto — yang juga wartawan senior bidang hiburan menyebut bahwa dalam kerja sama pihaknya mengkedepankan komitmen dan kejujuran, dan uang bukanlah segala-galanya.

“Saya orang bisnis, tapi saya bukan budak uang. Uang bukan segala galanya. Bisnis itu yang pentung punya azaz manfaat buat orang lain,” katanya.

“Dan dalam bisnis kita nggak pernah ngganggu orang lain, tapi jangan kita diganggu, karena kita akan hadapi! Begitu sedikit tentang filosofi bisnis saya,” tambahnya.

Berikut ini, adalah filosopi bisnis sekengkapnya yang ditulisnya lewat akun facebook pribadinya, Rabu (6/5/2020):

Sahabat2 qu. Perkenalkan saya mau bicara soal bisnis entertainment, khususnya musik. Saya sudah menggeluti dunia musik hampir 18 tahun, berbagai ujian, tantangan sudah saya alami, sebelum menjadi seperti sekarang ini. Saya mengelola banyak channel musik, dibawah holding @musikproaktif group.

Dalam bisnis, ujian selalu ada. Namanya juga di lapangan, tentu banyak berhubungan dengan partner, artis, pencipta, EO, publishing, dan partner bisnis lainnya. Satu yang saya tekankan ke orang profesional saya, adalah tolong jalin kerja sama mengkedepankan komitmen dan kejujuran.

Kalau ada masalah, diusahakan diselesaikan secara musyawaran dan cari solusi. Ruang2 komunikasi itu selalu ada untuk sebuah kemaslahatan. Kecuali kalau sudah mentok, baru pengelesaian secara hukum formil.

Tapi percayalah, bahwa jalur hukum itu secara substansial nggak akan memguntungkan para pihak. Energy terbuang percuma. Tapi kalau sudah urusannya martabat dan harga diri, tentu akan kita perjuangkan.

Kepada orang profesional saya selalu ingatkan, jadilah petarung, yang siap berkompetisi, sekaligus bersinergy.

Berpartnerlah secara sehat dan bermartabat. Jalin kerja sama saling menguntungkan. Saya orang bisnis, tapi saya bukan budak uang. Uang bukan segala galanya. Bisnis itu yang pentung punya azaz manfaat buat orang lain.

Dan dalam bisnis kita nggak pernah ngganggu orang lain, tapi jangan kita diganggu, karena kita akan hadapi! Begitu sedikit tentang filosofi bisnis saya. Met malam… (*/bud)