Penyanyi dan presenter, Melanie Subono. (Foto : Instagram @melaniesubono)

Halloseleb.com, Jakarta – Melanie Subono menyindir pemerintah saat ini yang tidak kebal dengan kritikan. Dimana, bicara apanya sesuai fakta yang terjadi di lapangan acap kali berakhir dengan laporan polisi.

“Ssstttttt Ojo ngomong jujur, ntar ditangkap,” tulisnya via akun Instagramnya, Jumat (29/5/2020).

“Jujur itu pidana, berani bicara itu dosa. Ojo blicik pokoke,” sindirnya.

Melanie Subono dan Alm B.J. Habibie. (Foto : Instagram @melaniesubono)

Ungkapan ini dituangkan Melanie tak lama setelah dia bicara soal penerapan New Normal.

Banyak apresiasi yang ditujukan warganet atas apa yang disuarakan Melanie. ”

“Semoga makin byk public figure yg berani bersuara seperti kak Melanie. Klo kami rakyat kecil yang speak up beneran ditangkap & pidana lalu senyap. Setidaknya klo public figure yg speak up antara hati2 mau nyiduk atau media memblow up & rakyat memantau. Akhirnya makin ketahuan kek apa penerintah era rezm ni,” komen @jogja_sejuk.

“Syukurlah makin banyak yg berani speak up. Walaupun kita tahu resikonya juga besar,” tulis ya.id_

“Kak @melaniesubono klo ngomong suka bener deh 😁 rakyat harus diem enggak boleh protes klo ditindas,” ungkap @diladamai.

“Baru tau tulisan @melaniesubono kayak gini…keren…beda sama artis yg laen😀,” komen @ritaatut.

Sebelumnya, cucu Presiden ke-3 RI ini mengeluarkan pernyataan yang cukup menohok soal pemberlakuan New Normal di Indonesia. Dia membandingkan dengan kondisi di beberapa negara lain.

“Kata gue soal normal baru. Banyak negara lain sudah terapin ini karena enggak ada pilihan daripada makin kolaps, setelah mereka mati-matian ngidupin rakyat berbulan-bulan, ditambah setelah rakyatnya pun nurut,” ungkapnya.

Nah, kondisi ini jauh berbeda di Indonesia. Pemerintah yang tidak menghidupi rakyat seperti pemerintah negara lain plus rakyat yang belum disiplin. “Pas kita mau buka PSBB, gue spontan mikir, ‘Lha memang kapan kita PSBB? Kapan pemerintah mati matian hidupin rakyat. Kapan rakyat nurut? (Dengar sih, prakteknya belum lihat),” sindirnya.

“Kalau tentang harga rakyat vs investor, sudah kejawab sendirilah. Patokan buka pertama dimana kepala negara mempersiapkan itu malah mal. Bukan yang berhubungan dengan rakyat yang ada di titik terendah mereka,” lanjutnya.

Melanie mengingatkan harusnya dari awal pemerintah membuat aturan jangan berubah-ubah. “Marah ? No, di sini kalau marah tuh pidana. Cuma mbo kalau mang dari awal bikin aturan main-main dan cuma biar keliatan kerja (biasanya besoknya berubah ubah dna takut tegas). Hari in bandara tutup besoknya buka, lebaran No kumpul tapi pejabat bisa open house dll,” bebernya.

Yang mikin Melanie kesal adalah kenapa pemerintah seakan menunggu rakyat jadi makin miskin dulu. “Banyak tenaga medis meninggal dulu, gue enggak kerja tiga bulan. Kan daria wal aja bilang, ‘kami enggak akan tegas, enggak akan tanggung full hidup kalian, jadi sok hidup normal. tapi suruh hati-hatilah,” urainya.

Dia juga merasa kasih dengan kepala daerah yang sempat disorotinya ternyata kali ini berbuat benar, namun malah tak didukung pemerintah pusat.

“Kasian atu kepala-kepala daerah yang biasa gue musuhin. Kali ini mereka banyak benar tapi tiap kali putusan mereka dipatahin pusat. Ngapain atuh mereka diadakan?,” tandasnya.

Pada akhirnya, Melanie hanya bisa bilang New Normal adalah momen dimana rakyat saatnya selamatkan diri masing-masing.

“Oh well, SELAMAT KANLAH DIRIKALIAN SENDIRI, karena ya gitu deh. Hidup aja yang aman, bersih dan bekerja biar enggak usah nunggu bantuan atas,” tegasnya. (poj) #mediamelawancovid19